Flolape

Laportea aestuans

Laportea aestuans (L.) Chew
Laportea aestuans
Photo: Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)

Laportea aestuans (L.) Chew, dikenal sebagai Stinging Nettle, adalah spesies tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Urticaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di berbagai wilayah, termasuk Amazonas, Antioquia, Bolívar, Chocó, Magdalena, Meta, Quindío, Valle del Cauca, serta di beberapa negara lain seperti Brasil, Belgia, Prancis, Belanda, Inggris Raya, India, dan Amerika Serikat. Laportea aestuans tumbuh di hutan terbuka, semak belukar, dan area terganggu, serta memiliki penggunaan sebagai tumbuhan obat.

Description

Laportea aestuans adalah tumbuhan herba tahunan yang ditemukan di hutan terbuka dan semak belukar, serta di area yang terganggu. Tumbuhan ini memiliki daun yang berbulu dan bisa menyebabkan sensasi terbakar atau gatal pada kulit manusia, seperti halnya jenis Urticaceae lainnya. Di Angola, tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal 'dibuto-ia-lundo' (kb) dan digunakan secara tradisional sebagai bahan obat. Laportea aestuans memiliki daun berbentuk jantung dengan tepi rata atau agak bergerigi, dan biasanya berwarna hijau terang. Batangnya berbulu dan bisa berdiri tegak atau menjalar.

Habitat

Laportea aestuans tumbuh di berbagai habitat, termasuk hutan terbuka, semak belukar, dan area yang terganggu oleh aktivitas manusia. Tumbuhan ini juga ditemukan di kawasan konservasi seperti Parque Nacional Natural de Amacayacu di Kolombia. Laportea aestuans mampu beradaptasi dengan baik di berbagai jenis tanah, terutama yang lembap dan subur. Tumbuhan ini tersebar di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk di Amerika Selatan, Eropa, dan Asia.

Cultivation

Laportea aestuans tidak secara luas dibudidayakan, tetapi bisa tumbuh secara alami di area yang terganggu. Tumbuhan ini membutuhkan kondisi cahaya penuh hingga semi-terang dan tanah yang lembap serta subur. Laportea aestuans tumbuh dengan cepat dan bisa menyebar melalui biji. Karena sifatnya yang invasif, tumbuhan ini perlu dikelola dengan hati-hati jika ditanam di area terbatas. Tumbuhan ini cocok untuk ditanam di kebun obat atau area yang ingin dihiasi tumbuhan liar.

Uses

Laportea aestuans memiliki penggunaan sebagai tumbuhan obat di berbagai wilayah, termasuk di Angola. Tumbuhan ini digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai tujuan medis. Namun, karena sifatnya yang menyebabkan iritasi pada kulit, tumbuhan ini harus digunakan dengan hati-hati. Laportea aestuans juga bisa berperan sebagai indikator ekologis, menunjukkan adanya gangguan pada ekosistem. Tumbuhan ini juga bisa digunakan sebagai bahan penelitian botani dan ekologi.

Distribution

Amazonas, Antioquia, Bolívar, Chocó, Magdalena, Meta, Quindío, Valle del Cauca · BR · Subregiones: Norte · Parque Nacional Natutral de Amacayacu · TW · Belgium · Brussels-Capital Region · Flemish Region · France · The Netherlands · Great Britain · FR · IN · Amazonas, Antioquia, Chocó, Valle · CO · HN · GT · Hawaii · conterminous 48 United States · SC · Alabama · Aldabra · Angola · Argentina Northwest · Bahamas · Belize · Benin · Bolivia · Brazil Northeast · Brazil North

Synonyms

Urtica aestuansUrera gaudichaudianaUrtica corylifoliaUrtica racemosaUrtica hirsutaLaportea glandulosaFleurya aestuansFleurya aestuans var. racemosaFleurya aestuans var. tuberculataFleurya caraoellanaFleurya cordataFleurya corylifoliaFleurya cymosaFleurya glandulosaFleurya ingrataFleurya luridaFleurya perrieriFleurya petiolataFleurya racemosaFleuryopsis petiolataFleurya aestuans var. glandulosaFleurya aestuans var. petiolataLaportea bathieiUrtica cymosaUrtica latifoliaUrtica nemorosaUrtica divergensUrtica caravellanaUrtica petiolataUrtica schimperiana

Related species