Dysphania ambrosioides
Dysphania ambrosioides (L.) Mosyakin & Clemants

Dysphania ambrosioides, dulu dikenal sebagai Chenopodium ambrosioides, adalah tumbuhan tahunan atau perenial pendek yang berasal dari Amerika. Tumbuhan ini memiliki aroma yang khas dan daun yang berbentuk elips atau lanceolate. Nama umumnya termasuk epazote, Jesuit's tea, Mexican tea, atau wormseed. Tumbuhan ini tersebar luas di berbagai wilayah, termasuk Nova Scotia, Ontario, Quebec, dan wilayah Eropa seperti Belgia, Italia, dan Portugal. Dysphania ambrosioides diterbitkan secara resmi pada tahun 2002 sebagai bagian dari revisi taksonomi Chenopodiaceae di Himalaya dan Tibet.
Description
Dysphania ambrosioides adalah tumbuhan tahunan atau perenial pendek yang dapat tumbuh hingga ketinggian 1,5 hingga 2,0 meter. Tumbuhan ini sangat aromatik, terutama pada bagian muda yang dilapisi dengan rambut sederhana yang melengkung, kelenjar berwarna kuning, dan rambut kelenjar yang memiliki ujung yang menonjol. Daunnya berbentuk elips-oval atau lanceolate, berukuran 5,0 hingga 16,0 cm panjang dan 1,0 hingga 4,0 cm lebar, dengan tepi bergerigi atau berombak. Daun yang lebih atas sering kali berbentuk utuh. Infloresensinya biasanya sangat bercabang, berbentuk seperti gumpalan, dengan atau tanpa braktea atau daun di bagian atas. Bunganya tidak memiliki tangkai. Perianth terdiri dari 4 hingga 5 bagian yang berwarna hijau, sekitar 1,0 mm panjang, hampir setengahnya bersatu, cekung di bagian ujung, dan sepenuhnya mengelilingi buah. Perikarpnya tipis, transparan, dan menempel erat pada kulit biji tetapi dapat dipisahkan saat digosok. Di bagian atasnya dilapisi dengan rambut kelenjar yang memiliki sel terminal yang besar. Biji berwarna merah gelap atau hampir hitam, berukuran 0,7 x 0,5 hingga 0,6 mm, tidak berbentuk kerucut. Embrio berposisi horizontal, jarang miring atau tegak.
Habitat
Dysphania ambrosioides ditemukan di berbagai wilayah, termasuk Nova Scotia, Ontario, Quebec, dan wilayah Eropa seperti Belgia, Italia, dan Portugal. Tumbuhan ini juga tersebar di wilayah Afrika Selatan, Brasil, dan beberapa wilayah Karibia. Habitat alami tumbuhan ini termasuk daerah yang terbuka, tepi hutan, dan lahan pertanian yang terganggu. Tumbuhan ini cenderung tumbuh di tanah yang kaya akan nutrisi dan memiliki drainase yang baik.
Cultivation
Dysphania ambrosioides dapat ditanam di kebun rumah atau sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini membutuhkan sinar matahari penuh hingga semi-sinar matahari dan tanah yang lembab tetapi tidak tergenang. Penanaman dapat dilakukan dari biji yang diletakkan di permukaan tanah dan ditutup dengan sedikit tanah. Tumbuhan ini tumbuh dengan cepat dan membutuhkan sedikit perawatan. Untuk mempertahankan pertumbuhannya, pastikan tanah tetap lembab dan bebas dari gulma. Tumbuhan ini juga dapat diperbanyak melalui stek, meskipun metode ini kurang umum.
Uses
Dysphania ambrosioides memiliki berbagai kegunaan, terutama dalam bidang kesehatan dan kuliner. Daunnya digunakan sebagai bumbu masak dalam masakan Meksiko, terutama dalam sup dan makanan berbahan dasar kacang. Tumbuhan ini juga dikenal memiliki sifat antiparasit dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengusir cacing. Ekstrak tumbuhan ini juga digunakan dalam produk aromaterapi karena aroma yang khas. Selain itu, tumbuhan ini juga digunakan sebagai tanaman hias karena bentuk dan aroma yang menarik.
History
Dysphania ambrosioides dulu dikenal sebagai Chenopodium ambrosioides dan termasuk dalam genus Chenopodium. Namun, setelah revisi taksonomi yang dilakukan oleh Mosyakin dan Clemants pada tahun 2002, tumbuhan ini dipindahkan ke genus Dysphania. Nama umum tumbuhan ini bervariasi di berbagai wilayah, termasuk epazote, Jesuit's tea, Mexican tea, atau wormseed. Tumbuhan ini telah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional dan kuliner di Amerika Latin. Nama 'Jesuit's tea' muncul karena tumbuhan ini dibawa oleh para imam Yesuit ke Eropa pada abad ke-16.
Curiosities
Salah satu hal menarik tentang Dysphania ambrosioides adalah aroma yang sangat khas yang dihasilkan oleh daun dan bunga. Aroma ini disebabkan oleh kandungan minyak atsiri yang tinggi. Tumbuhan ini juga dikenal memiliki efek kuat terhadap parasit cacing, sehingga sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Selain itu, tumbuhan ini memiliki peran penting dalam budaya kuliner Meksiko, di mana daunnya digunakan untuk menambah rasa dan aroma pada berbagai masakan. Nama 'wormseed' juga merujuk pada penggunaannya untuk mengusir cacing pada hewan ternak.
Distribution
Nova Scotia · Ontario · Quebec · BR · TR · ZA · SA · Belgium · Brussels-Capital Region · Flemish Region · Walloon Region · AI · Saint Barthelemy · VC · IT · PT · CO · KH · CD · BW · BT · AT · MK · FR · KM · GR · JM · VN · MU · Floridablanca
Synonyms
Orthosporum ambrosioidesVulvaria ambrosioidesChenopodium ambrosioides var. suffruticosumAmbrina ambrosioidesAmbrina ambrosioides var. anthelminticaAmbrina anthelminticaAmbrina incisaAmbrina parvulaAmbrina spathulataAtriplex ambrosioidesAtriplex anthelminticaBlitum ambrosioidesBotrys ambrosioidesBotrys anthelminticaChenopodium album subsp. ambrosioidesChenopodium amboanumChenopodium ambrosioidesChenopodium ambrosioides var. angustifoliumChenopodium ambrosioides f. angustifoliumChenopodium ambrosioides var. costeiChenopodium ambrosioides var. dentatumChenopodium ambrosioides f. dentatumChenopodium ambrosioides var. integrifoliumChenopodium ambrosioides f. integrifoliumChenopodium ambrosioides f. minusChenopodium ambrosioides var. obovatumChenopodium ambrosioides f. pinnatifidumChenopodium ambrosioides var. pubescensChenopodium ambrosioides var. querciformeChenopodium ambrosioides f. rotundatum